Setelah menyusuri dan menuntaskan penyaluran bantuan kemanusiaan di wilayah Aceh Timur, langkah kepedulian Rocky tak berhenti. Hari ini, ia kembali hadir di tengah derita warga dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung ke Desa Alue Manis dan Desa Batu Lapan, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.
Aceh Tamiang kini tercatat sebagai wilayah terparah yang dilanda banjir bandang. Air bah yang datang tanpa ampun tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga meninggalkan luka mendalam: lumpur tebal, perabotan rusak, dan harapan yang nyaris tenggelam.
Hampir sebulan lamanya, sebagian besar masyarakat Aceh Tamiang masih bertahan dalam kondisi yang memprihatinkan. Lumpur masih menyelimuti lantai rumah, halaman, bahkan tempat ibadah. Aktivitas harian lumpuh. Anak-anak bermain di antara sisa bencana, sementara para orang tua berjuang memulihkan apa yang tersisa dari kehidupan mereka.
Di tengah kondisi itu, kehadiran Rocky bukan sekadar membawa logistik. Ia membawa harapan.
Bantuan yang disalurkan menjadi simbol bahwa warga Aceh Tamiang tidak sendiri menghadapi musibah ini.
Tangis haru pun tak terbendung. Beberapa warga menyampaikan rasa terima kasih dengan mata berkaca-kaca. Ada yang menggenggam erat tangan Rocky, ada pula yang hanya mampu mengangguk, menahan emosi yang selama ini terpendam.
“Bukan hanya bantuan yang kami terima hari ini, tapi juga perhatian dan kepedulian,” ungkap salah seorang warga Desa Batu Lapan dengan suara bergetar.
Di tengah lumpur yang belum mengering dan luka yang belum sepenuhnya pulih, aksi kemanusiaan ini menjadi cahaya kecil yang menghangatkan. Sebuah pesan kuat bahwa solidaritas masih hidup, dan kemanusiaan tidak pernah mengenal jarak.
Aceh Tamiang masih berjuang.
Namun hari ini, mereka tahu—ada yang datang, peduli, dan berdiri bersama mereka
Posting Komentar