BP Taskin Fokuskan Pemulihan Pertanian dan Sosial Pascabencana di Pidie Jaya

JMNpost.com | Pidie Jaya Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) melaksanakan pertemuan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di Media Center Penanggulangan Bencana Alam, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (17/12/2025).

Pertemuan tersebut membahas penanganan pascabencana hidrometeorologi serta langkah percepatan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak.

Kegiatan dipimpin Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin, Zaidirina, dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Dalam forum itu, pemerintah daerah memaparkan kondisi terkini pascabencana, dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi warga, serta berbagai kebutuhan mendesak yang memerlukan dukungan lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyampaikan sejumlah isu utama, mulai dari kerusakan sektor pertanian yang berdampak pada mata pencaharian masyarakat, kerusakan perumahan warga, keterbatasan akses air bersih, gangguan layanan pendidikan, hingga potensi peningkatan angka kemiskinan dan stunting apabila pemulihan tidak segera dilakukan secara terintegrasi.

Menanggapi hal tersebut, Zaidirina menegaskan bahwa BP Taskin memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan berbagai usulan daerah agar selaras dan terhubung dengan program kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, pendekatan terkoordinasi diperlukan agar intervensi pascabencana tidak berjalan parsial dan benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat paling rentan.

“BP Taskin menjalankan fungsi orkestrasi untuk memastikan seluruh usulan daerah dapat diintegrasikan dengan program kementerian dan lembaga, sehingga penanganan pascabencana berjalan terarah dan mampu mendukung pemulihan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Zaidirina, Selasa (17/12/2025).

Ia menjelaskan, fungsi orkestrasi tersebut merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 163 Tahun 2024, yang menugaskan BP Taskin mengoordinasikan percepatan pengentasan kemiskinan, termasuk dalam konteks penanganan pascabencana. Melalui mekanisme ini, BP Taskin diharapkan dapat menjembatani kebutuhan daerah dengan kebijakan nasional agar proses pemulihan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Pertemuan koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menanggulangi dampak bencana hidrometeorologi di Pidie Jaya, sekaligus mencegah bertambahnya kelompok masyarakat miskin dan rentan akibat bencana.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama