JMNtoday | Nasional, - Sebuah unggahan viral menyoroti kritik keras terhadap laporan kondisi pemulihan listrik di Aceh yang dinilai tidak sesuai fakta lapangan. Dalam video yang beredar, terlihat BAHLIL Menteri ESDM bahwa informasi yang diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto—khususnya terkait progres pemulihan listrik pascabanjir—diduga jauh dari realita yang dirasakan masyarakat.
Narasi dalam video tersebut mengangkat pernyataan dari salah satu anggota DPR RI asal Aceh HTA Khalid yang menilai laporan para pembantu Presiden terlalu optimistis, bahkan disebut mencapai 97 persen. Ia menegaskan bahwa angka tersebut tidak menggambarkan situasi sebenarnya di sejumlah wilayah yang masih mengalami kendala kelistrikan.
Melalui laporan virtual kepada Presiden, tokoh tersebut menjelaskan bahwa kondisi Aceh memang mengalami perbaikan, namun belum mendekati angka yang dilaporkan para pejabat pusat. Kritik tajam ini sekaligus menjadi sorotan publik, karena dianggap sebagai bentuk ketidaksesuaian informasi yang dapat merugikan masyarakat Aceh yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Unggahan ini pun mendapat banyak perhatian dari warganet, yang berharap pemerintah pusat dan daerah menyampaikan data yang lebih akurat dan turun langsung memastikan kondisi di lapangan.
Posting Komentar