Safwadi, S.H. Desak Pemerintah Aceh Buka Lapangan Kerja untuk Generasi Muda

            doc istimewa Safwadi,S.H.

JMNtoday| BANDA ACEH — Safwadi, S.H., aktivis muda Aceh, mendesak Pemerintah Aceh untuk memperluas kesempatan kerja dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi generasi muda Aceh.

Menurutnya, terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah telah membuat sebagian generasi muda Aceh memilih merantau, bahkan hingga ke luar negeri, demi mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih layak.

“Jangan sampai karena lapangan kerja tidak tersedia di daerah sendiri, anak-anak muda Aceh justru harus pergi merantau ke luar negeri untuk mencari penghidupan. Pemerintah harus bertanya, mengapa generasi muda kita tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk bekerja dan berkembang di tanah kelahirannya sendiri?” ujar Safwadi, S.H.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi ironi mengingat Aceh memiliki sumber daya alam (SDA) yang besar dan memiliki sejarah penting dalam perekonomian Indonesia.

“Jangan sampai kita seperti semut mati dalam karung gula pasir. Sumber daya alam kita ada, potensi ekonomi kita ada, bahkan Aceh memiliki kontribusi dan sejarah sebagai salah satu daerah yang turut menopang republik ini. Lantas mengapa generasi kita justru dipersulit untuk mendapatkan kesempatan?” katanya.

Safwadi meminta pemerintah memastikan pengelolaan potensi dan sumber daya Aceh dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia juga mengingatkan agar jangan sampai adanya sekat-sekat sosial, politik, jaringan, maupun kelompok tertentu membuat sebagian masyarakat merasa tidak memiliki akses yang sama terhadap kesempatan kerja dan pembangunan.

“Jangan sampai anak-anak muda Aceh merasa seolah-olah disekat-sekat oleh penguasa. Pemerintah seharusnya membuka pintu selebar-lebarnya, bukan mempersempit ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dan kesempatan membangun masa depan,” tegasnya.

Menurut Safwadi, proses rekrutmen dan pemberian kesempatan kerja harus dilakukan secara transparan, terbuka, objektif, serta berdasarkan kompetensi dan kebutuhan. Dengan demikian, seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan Aceh.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Aceh tidak boleh hanya dirasakan oleh segelintir kelompok. Pemerintah harus memastikan manfaat pembangunan, pengelolaan sumber daya, dan peluang ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Aceh milik bersama, bukan milik pribadi atau kelompok. Anak muda Aceh juga memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkembang, dan membangun daerahnya. Jangan sampai potensi yang begitu besar justru tidak mampu menghadirkan masa depan bagi generasi yang lahir dan besar di Aceh,” ujarnya.

Safwadi berharap Pemerintah Aceh menjadikan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda sebagai agenda prioritas, sekaligus memperkuat investasi, industri pengolahan, ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan sektor-sektor produktif lainnya yang dapat menyerap tenaga kerja lokal.

“Kalau pemerintah serius membuka ruang ekonomi dan lapangan kerja, anak-anak muda Aceh tidak perlu berbondong-bondong meninggalkan daerahnya. Berikan mereka kesempatan, karena mereka bukan beban bagi Aceh. Mereka adalah bagian dari kekuatan dan masa depan Aceh,” tutup Safwadi, S.H.

Jaka

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama