Aceh Timur Pascabanjir, Rocky Bawa Ratusan Ton Bantuan Jadi Penyangga Hidup Warga


JMNtoday | Aceh Timur, — Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering dan duka warga yang masih terasa, ratusan ton bantuan kemanusiaan terus mengalir ke pelosok-pelosok desa terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur. Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Rocky, mantan Bupati Aceh Timur, sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat atas bencana yang melumpuhkan kehidupan ribuan warga.

Bantuan tanggap darurat yang telah disalurkan mencakup kebutuhan pokok paling mendesak, mulai dari beras, mi instan, sarden, minyak goreng, telur, air mineral, susu, roti, kain PP, hingga mesin penyaringan air bersih. Seluruh bantuan tersebut difokuskan untuk memastikan para korban banjir dapat bertahan di masa krisis, ketika akses pangan dan air bersih menjadi sangat terbatas.

Dari Posko Induk yang berpusat di kediamannya, Rocky menegaskan bahwa langkah ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat Aceh Timur yang terdampak banjir.

“Bantuan ini kami salurkan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan kami kepada warga Aceh Timur yang sedang mengalami musibah. Hari ini yang paling penting adalah memastikan masyarakat tidak kelaparan,” ujar Rocky dengan nada tegas.

Ia menjelaskan, saat ini fokus utama masih pada fase tanggap darurat. Namun, ke depan pihaknya juga tengah memikirkan langkah lanjutan menuju pemulihan, mulai dari penyediaan rumah sementara (shelter), pembersihan lumpur di fasilitas umum dan rumah warga, hingga pemulihan trauma, khususnya bagi anak-anak korban banjir.

“Soal pemulihan ke kondisi normal akan kita pikirkan bersama ke depan. Tapi hari ini, langkah konkret yang paling mendesak adalah memastikan perut rakyat terisi. Jangan sampai ada satu pun warga yang kelaparan,” tegasnya.

Rocky menambahkan, upaya penyaluran bantuan dilakukan tanpa mengenal waktu. Siang dan malam, tim relawan terus berpacu menembus wilayah-wilayah sulit dijangkau demi memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kebutuhan mendesak saat ini tidak hanya terbatas pada pangan umum. Kebutuhan gizi anak, kebutuhan khusus perempuan, serta perlengkapan bagi lansia menjadi perhatian serius, seiring meningkatnya kerentanan kelompok tersebut di tengah kondisi pascabencana.

Di antara genangan air yang tersisa dan rumah-rumah yang masih berlumur lumpur, bantuan ini menjadi secercah harapan. Bagi warga Aceh Timur, uluran tangan tersebut bukan sekadar logistik, melainkan penegasan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama