JMNtoday|Aceh Timur – Maraknya keberadaan toko obat ilegal di wilayah Aceh Timur menuai keprihatinan berbagai pihak. Aktivis Aceh Timur, Zakaria yang akrab disapa Jaka, angkat bicara dan meminta pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah tegas dalam menertibkan praktik jual beli obat tanpa izin yang diduga melibatkan oknum-oknum tertentu.
Menurut Zakaria, peredaran obat-obatan tanpa izin edar resmi sangat berbahaya bagi masyarakat.
Selain berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, praktik tersebut juga melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait adanya praktik penjualan obat secara bebas tanpa izin, bahkan diduga dilakukan oleh oknum bidan desa. Ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut keselamatan nyawa masyarakat,” ujar Zakaria, Kamis (5 February 2026).
Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat, bukan justru terlibat dalam praktik yang bertentangan dengan hukum dan etika profesi.
Zakaria mendesak Dinas Kesehatan, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah Aceh Timur untuk segera melakukan investigasi, pengawasan, dan penindakan terhadap toko obat ilegal maupun oknum yang terlibat.
“Pemerintah harus hadir. Jangan menunggu ada korban baru kemudian bertindak. Penertiban harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak membeli obat dari tempat yang tidak memiliki izin resmi. Masyarakat diminta untuk melaporkan apabila menemukan praktik penjualan obat ilegal di lingkungannya.
Zakaria berharap, dengan adanya perhatian serius dari pemerintah dan aparat terkait, peredaran obat ilegal di Aceh Timur dapat ditekan demi menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.
.jpg)
Posting Komentar